Thursday, August 10, 2006

Kasou Hanabira

Sebuah lagu dari Laruku berjudul Kasou Hanabira, yang diartikan sebagai kelopak bunga (hanabira) yang layu (Kasou), tetapi juga bisa diartikan sebagai sebuah pemakaman seorang wanita muda (secara literal Kasou=pemakaman, Hanabira=kelopak bunga, metafora dari gadis muda belia). Bercerita tentang kematian seorang kekasih yang masih dalam pelukan dimana (dia) tak kuasa menahan sedih melihat kenyataan bahwa dirinya telah menjadi tua tanpa dia yang dicinta disisinya.
Ritme lagu ini sangat mistis dan mendalam, salah satu lagu terindah dalam sejarah Laruku dan musik Rock jepang pada umumnya, suara falsetto Hyde seperti melekingkan duka yang mendalam dibarengi penggarapan V clip yang horor habis tervisualisasikan sosok cewe mati dalam taburan ribuan mawar merah serta kuasa ular (syetan) yang sedang mengintai.


Kesan gothic terekspose habis dalam clip ini, sosok Hyde sendiri bertampang serem dengan rambut putih dan apalagi kalo bukan eye shadow item di matanya hiiiii .... kayak draculla getuh deh ...



KASOU HANABIRA
by : L'arc-en-ciel
Album : Ray

Barabara ni chirabaru hanabira shizuku wa kurenai
Kaketa tsuki yo maware towa no koi wo utsushi

Hitomi aketa mama
Fushoku shite yuku karada
Azayaka ni ushinawareru
Kono ishiki dake wo nokoshite
Haru wo matezu ni

Itoshii anata wa tada
Sotto tsumetaku natte
Ude no naka de koware nagara
Hora yume no fuchi de yonderu
Itsumo no youni

Kuruizaita yoru ni nemurenu tamashii no senritsu
Yami ni ukabu hana wa semete mono hanamuke

Tadoritsuita owari
Umarekawari no itami
Nomikomareru tsuchi no naka de musubareteitta yakusoku
Shinda sekai

Barabara ni chirabaru hanabira shizuku wa kurenai
kaketa tsuki yo maware towa no koi wo utsushi

Koyoi wa mou yume utsutsu
Yagate tojita hitomi

Kuruizaita yoru ni nemurenu tamashii no senritsu
Yami ni ukabu hana wa semete mono hanamuke
Barabara ni chirabaru hanabira shizuku wa kurenai
Kaketa tsuki yo maware towa no koi wo utsushi
Kurui zaita yoru ni

digubah dalam bahasa Indonesia dengan beberapa penyetaraan :

Kelopak bunga yang layu

Bunga-bunga merah melayang jatuh bertebaran
Bulanpun mulai menampak, membiaskan cinta abadi

Mata yang masih terbuka
dengan tubuh yang mulai menua
Tersesat dengan damai
Hanya ketidaksadaran Yang tersisa
Tanpa menunggu tiba musim semi

Engkau satu yang ku cinta
kemudian mendingin
menghilang perlahan dalam pelukan
Lihatlah diri ini di ngarai mimpi menjerit memanggilmu
demikian selalu

Di malam yang mekar sebelum musimnya,
ku nyanyikan kidung jiwa yang tak terlelapkan
dan bingkisan perpisahan dariku,
hanyalah bunga-bunga yang melayang di kegelapan

sampai tibalah di akhir kini
Perih karena terlahir kembali
Janji yang pernah terucapkan kan ku kubur di tanah bersamamu
Dalam dunia yang telah mati

Malam ini bagaikan mimpi
Mata yang akhirnya mesti terpejam

Di malam yang mekar sebelum musimnya,
ku nyanyikan kidung jiwa yang tak terlelapkan
dan bingkisan perpisahan dariku,
hanyalah bunga-bunga yang melayang di kegelapan
Bunga-bunga merah melayang jatuh bertebaran
Bulanpun mulai menampak, membiaskan cinta abadi

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home